Pages

Showing posts with label Motivasi. Show all posts
Showing posts with label Motivasi. Show all posts

Friday, January 17, 2014

Nenek Ini Baru Lulus SD Di Usia 100 tahun

Tak ada kata terlambat untuk menuntut ilmu dan menyelesaikan pendidikan. Mungkin ini ungkapan yang cocok dengan keadaan Manuela Hernandez. Pasalnya, wanita dari Meksiko ini baru tamat sekolah dasar ketika usianya sudah 100 tahun.

Manuela Hernandez
Dulunya, Hernandez terpaksa meninggalkan bangku sekolah dasar setelah hanya belajar selama setahun untuk membantu keluarganya dengan pekerjaan rumah tangga. Nenek ini memutuskan untuk kembali sekolah tahun lalu, setelah mendengar saran dari salah satu cucunya.

Hernandez kini telah mendapatkan ijazahnya pada pesta kelulusan yang khusus dibuat hanya untuk dirinya. Uniknya, nenek Hernandez ternyata mengaku suka bersekolah.

"Aku sangat suka sekolah, tetapi aku tak bisa melanjutkannya. Setelah satu tahun aku harus sudah bisa mencuci dan menyetrika (untuk membantu keluarga)," ungkap Hernandez.

Dengan kelulusannya dari sekolah dasar ini, Hernandez berencana untuk terus menuntut ilmu dan melanjutkannya ke sekolah menengah. Jika nenek berusia 100 tahun ini saja masih semangat belajar, bagaimana dengan Anda?

Kisah Nyata Frank Slazak, Calon Astronaut Challenger

Frank Slazak Calon Astronaut Challenger
"Aku Frank Slazak yang selalu bermimpi untuk bisa melihat indahnya dunia dari sisi yang berbeda. Aku sangat berharap Tuhan mengizinkan agar aku bisa melihat diriku seperti Ia melihatku. Aku ingin seluruh alam ada dalampandangan mata lahirku. Namun apa daya, aku tak punya apapun untuk menggapai semua itu"

Saya yakin tidak sedikit orang yang berkeinginan hampir sama dengan tulisan diatas, terlepas apakah keinginan itu berada diranah yang sama ataupun berbeda. Namun kala realita tak menunjukkan secercah kemungkinan yang mengarah ke pencapaian keinginan, agaknya setiap orang harus belajar dari sebuah kisah mengapa Tuhan mengizinkan sesuatu terjadi atau tidak terjadi dan Tuhan pasti punya alasan yang tepat.

Ini dia kisahnya:

Bermula dari impianku untuk menjadi seorang astronot dan aku ingin pergi ke luar angkasa. Tetapi aku tidak memiliki sesuatu yang tepat karena aku tidak memiliki gelar dan aku bukan seorang pilot.

Namun Tuhan berkehendak lain. Gedung Putih mengeluarkan pernyataan bahwa mereka mencari warga biasa untuk ikut dalam penerbangan 51-L pesawat ulang-alik Challanger, dan warga itu haruslah seorang guru.

Aku berpikir, aku warga biasa, dan aku seorang guru. Tanpa melepaskan setiap detikpun hari itu, aku mengirim surat lamaran ke Washington .

Setelah waktu yang terasa lama karena hari-hariku diisi dengan penantian dan rutinitas berlari untuk mengintip kotak pos, akhirnya datang juga amplop resmi berlogo NASA.

Tuhan mengabulkan do'aku. Aku lolos penyisihan pertama.

Selang beberapa waktu kemudian, aku merasakan pencapaian impianku semakin dekat, dan aku yakin itu. Ketika NASA selesai mengadakan test fisik dan mental, aku kembali menunggu dan tak pernah berhenti berdo'a.

Lalu Tuhan memberikan jawaban, aku dipanggil untuk mengikuti program latihan astronot khusus di Kennedy Space Center.

Aku sudah melewati banyak tahap, dari 43.000 pelamar, kemudian menjadi 10.000 orang, dan kini aku menjadi bagian dari seratus orang yang terpilih untuk mengikuti penilaian akhir.

Hari-hari semakin berat karena harus melewati berbagai simulator, uji klaustrofobi, latihan ketangkasan, percobaan mabuk udara dan berbagai tes yang harus aku jalani.

Lalu tibalah saat NASA mengumumkan hasil tes. NASA memutuskan untuk memilih Christina McAufliffe. Aku kalah, impianku hancur dan aku depresi berat.

Kepercayaan diriku hilang, kebahagiaanku terganti dengan kemarahan. Dan saat itu aku selalu bertanya, mengapa Tuhan? Mengapa bukan aku? Apa yang kurang dari diriku? Mengapa Engkau begitu kejam padaku? Saat aku menatap ayah, dia bilang "Semua terjadi karena suatu alasan".

Hari itu, Selasa, 28 Januari 1986, aku berkumpul bersama teman-teman untuk melihat peluncuran Challanger. Ketika pesawat melewati menara landasan pacu, aku menantang impianku untuk terakhir kali. Tuhan, aku bersedia melakukan apa saja agar berada di dalam pesawat itu.

Dan, tujuh puluh tiga detik kemudian, Tuhan menjawab semua pertanyaanku. Pesawat Challenger meledak dan menewaskan semua astronot.
Seketika aku teringat ucapan ayahku, "semua terjadi karena suatu alasan".

Aku tidak terpilih untuk menjadi seorang astronot yang ikut dalam penerbangan itu meski aku sangat menginginkannya. Dan kini aku paham, ternyata Tuhan memiliki alasan lain. Tuhan masih ingin aku berada di bumi. Atas dasar itu, aku bisa katakan, aku tidak kalah, dan mungkin aku seorang pemenang.

Kini aku paham, Apabila Tuhan mengatakan YA, maka kita akan mendapatkan apa yang kita minta. Apabila Tuhan mengatakan TIDAK, maka kita akan mendapatkan sesuatu yang lebih baik. Dan jika Tuhan mengatakan TUNGGU, maka kita akan mendapatkan yang terbaik sesuai dengan kehendak-Nya.

Aku menang karena aku telah kalah. Aku, Frank Slazak, masih hidup untuk bersyukur pada Tuhan karena tidak semua do'aku terkabul.

Hikmah yang dapat kita ambil dari kisah ini ialah

Tetaplah bermimpi untuk bisa mencapai keinginan karena mimpi itu akan menjadi motivasi agar kita tak berhenti berusaha.

Kita semakin memahami bahwa yang wajib bagi manusia adalah berusaha, bukan wajib berhasil. Yakinlah bahwa Tuhan tidak memandang hasil, tapi lebih menghargai setiap proses.

Jangan berburuk sangka pada Tuhan. Ingat, Tuhan bukan tidak mengabulkan do'a, tapi hanya saja Tuhan tidak setuju dengan do'a itu. Satu hal yang pasti, Tuhan memang punya alasan yang tepat untuk semua yang terjadi di jagat raya ini.

Manusia Bertubuh Setengah Namun Tetap Semangat Menjalani Hidup


Peng Shulin dari China dialah manusia bertubuh setengah dengan semangat luar biasa dan membara. Ia mengalami kecelakaan hingga ia disebut manusia bertubuh setengah. Pada tahun 1995 dia mengalami kecelakaan sebuah truk sehingga mengakibatkan tubuhnya terbelah menjadi 2 bagian. Akibatnya mulai bagian pinggang hingga kaki harus dibuang, sehingga dia harus hidup hanya dengan tubuh dari pinggang ke atas. Ada lebih 20 orang dokter spesialis yang berjuang keras menyelamatkan hidupnya pada saat itu. Dan yang pasti, menurut mereka adalah sebuah keajaiban bila Peng Shulin bisa berhasil mempertahankan hidupnya. Bagian bawah tubuhnyapun harus ditambal dengan cara mengambil kulit di bagian tubuhnya yang lain. Penderitaan baru saja dimulai ketika Peng harus mengalami tekanan mental dan fisik yang dihadapinya. Mengapa? karena meskipun dia bisa bertahan hidup, hari-harinya harus dilalui di tempat tidur. Total 12 tahun dijalani Peng hanya di tempat tidur.

Peng Shulin
Dia tidak memiliki organ tubuh bagian bawah untuk membantu menyangga tubuhnya saat hendak berjalan dengan kedua tangannya. Terapi kejiwaan harus dijalaninya dengan amat sangat sabar. Peng harus harus mempersiapkan hal terburuk yang harus dilalui untuk menjalani waktu di depannya.

Tetapi bukan Peng bila berputus asa. Senyumnya dan ketegaran hatinya yang luar biasa membuahkan hasil. Tim dokter yang selalu mengawasi perkembangannya, Pusat Penelitian Rehabilitasi China di Beijing selama ini berpikir bagaimana caranya agar Peng bisa beraktifias seperti manusia pada umumnya. Dan hasilnya, sebuah alat bantu telah diciptakan seperti yang terlihat pada gambar. Unik Baca

Seorang Peng Shulin yang sederhana dan selalu tersenyum dan bersyukur karena masih bisa hidup, kini sangat bergembira. Melalui terapi latihan otot-otot tangan yang diberikan, terapi dan belajar jalan, alat tersebut mampu membantunya bisa berjalan. Dan tentunya masih banyak kesulitan yang harus dihadapinya di masa mendatang.

Mungkin kita akan kagum dan terharu melihat kisah dan kehebatan Peng Shulin dalam menghadapi masa-masa tersulit dalam hidupnya. tetapi pertanyaannya adalah apakah kita bisa bertahan bila "kita" di posisi Peng Shulin? Pasti Anda sependapat dengan saya bahwa jawabannya sangat tidak mudah. Unik Baca

Dan itu pula yang salah satunya bisa menginspirasi kita. Ketika kita mengalami masa-masa tersulit, baik dalam hal pekerjaan, pribadi, ataupun keluarga, jangan putus asa dengan mengambil teladan pria china bertubuh separuh tetap semangat hidupnya.
FollowLike Share It Get Website Traffic