Pages

Showing posts with label Fenomena. Show all posts
Showing posts with label Fenomena. Show all posts

Friday, November 21, 2014

Fenomena Sinkhole Secara Sains

Pernahkah Anda melihat lubang besar menganga dari permukaan Bumi? Lubang semacam ini lebih terkenal dengan sebutan Sinkhole. Bagaimana bisa muncul?
Sinkhole muncul ketika sepetak tanah runtuh dan meninggalkan jejak seperti kawah di permukaan Bumi. Menurut US Geological Survey (USGS), fenomena ini umum terjadi di Florida, Texas, Alabama, Missouri, Kentucky, Tennessee dan Pennsylvania.
Fenomena sinkhole, terjadi pada batugamping,limestone, atau masyarakat mengenal batugamping ini sebagai batu kapur.  Di daerah Bandung batugamping,batu kapur, dapat terlihat di Daerah Padalarang, tersingkap sebagai bukit-bukit batuan berwarna putih. Genesa, Keterbentukan, batuan ini melalui proses kimia dan biogenic. Mineral yang dominan pembentuk batuan ini adalah CaCO3, Calcium Carbonat.
Batugamping terbentuk pada umumnya pada daerah pantai,laut dangkal,  dalam hal ini CaCO3  terakumulasi dalam bentuk padat, itulah yang disebut batugamping atau batu kapur.

Reaksi terbentuk Calcium Carbonate, CaCO3, (dalam Samboggs,2006)

H2O + CO2 + CaCO3 <----> Ca² + 2 HCO3¯

reaksi tersebut merupakan reaksi bolak-balik, reaksi kesetimbangan, kesetimbangan tersebut akan terganggu oleh hilangnya karbondioksida (CO2), konsentrasi ion hidrogen berkurang dan pH akan bertambah. Reaksi kearah kiri menyebabkan terendapkannya CaCO3, atau batugamping (Samboggs, 2006)

Selain itu, aktivitas organik pun mempengaruhi dalam pengendapan batu kapur ini, Cangkang-cangkang Foraminifera atau dikenal sebagai ‘kerang’ terbentuk dari CaCo3. Singkatnya, ketika organik yang memiliki CaCO3 ini mati akan berpengaruh dalam pembentukan batu kapur.

Uraian singkat diatas merupakan gambaran pembentukan batugamping, batu kapur, untuk lebih lengkapnya akan dibahas dalam tema tulisan lain.

Batugamping, batu kapur, ini sangat rentan terhadap pelapukan secara kimiawi, contohnya ketika CaCO3 bereaksi dengan larutan yang bersifat asam. untuk bukti coba saja teteskan larutan HCL terhadap batu kapur ini, pasti akan menimbulkan reaksi seperti buih-buih gas, jangan khawatir tidak akan menimbulkan ledakan, hanya reaksi seperti kita membuka botol minuman bersoda.

Dalam kondisi alam, keterdapatan air asam dapat tercipta melalui hujan asam, terjadi hujan asam akan dibahas pada tema lainnya.
Jika kita pernah berjalan-jalan atau pernah melihat liputan mengenai sinkhole, seperti yang terjadi di Bandung, Jawa Barat, tepatnya di jalan padjadjaran terdapat sinkhole dengan diameter 6 meter dan dalam 7 meter

Sinkhole Di Jalan Padjajaran, Bandung
Berdasarkan study dari USGS, sinkhole terjadi pada batugamping,limestone, sehingga timbul pertanyaan apakah daerah padjadjaran terdapat batugamping? Berdasarkan dari peta geologi lembar Bandung, batu gamping atau batu kapur yang sering disebut dalam istilah batuan karbonat tersingkap di beberapa lokasi sungai citarum, menurut data tersebut umur batu kapur ini jutaan tahun lalu, sedangkan data penyebarannya tidak diketahui karena batu ini sudah tertutupi oleh endapan-endapan lainnya, dan tidak adanya data pemboran yang di publish sehingga menyulitkan sebaran batu kapur ini. ketika batugamping, batukapur ini terlarut secara kimiawi dan menyebabkan terbentuknya goa, lubang besar atau sinkhole ataupun membentuk suatu aliran sungai bawah tanah akan menyebabkan suatu rongga dibawah permukaan bumi, rongga ini akan semakin membesar karena reaksi kimiawi serta terkikis oleh sungai-sungai bawah permukaan, akibatnya daya tahan beban akan semakin berkurang, dan sangat memungkinkan terjadinya amblas pada lapisan batu atau tanah yang berada diatasnya, yaitu dikenal sebagai fenomena sinkhole.

Fenomena tersebut tidak terjadi hanya di indonesia saja, bahkan di negara lain pun terjadi fenomena sinkhole raksasa seperti di Guatemala, bahkan ada yang menelan korban jiwa, sangat mengenaskan, bencana yang sering tidak disaradari oleh masyarakat. Dalam hal ini perlu adanya sosialisasi kepada masyarakat mengenai bencana geologi sinkhole. Sebaiknya ketika akan membangun rumah kita perlu tahu kondisi bawah permukaan bumi yang akan didirikan rumah tersebut sehingga hal tersebut dapat meminimalisir terjadinya bencana geologi yang mengancam keselamatan.

Sinkhole Di Guatemala
Selain itu, seharusnya pemerintah, baik pusat maupun daerah, melakukan suatu rencana mitigasi bencana sinkhole ini dengan pembuatan peta penyebaran batugamping, batu kapur, yang memang batu tersebut rawan terhdapa terjadinya bencana sinkhole, seperti yang dilakukan oleh USGS, mereka membuat peta kebencanaan, sinkhole ,berdasarkan penyebaran batugamping, batu kapur.

Friday, January 17, 2014

Fenomena Air Terjun "Darah" Di Antartika

Gambar yang diabadikan seorang geologis di Antartika, Thomas Griffith Taylor tahun 1911 sangat mengejutkan. Ada garis merah serupa darah yang mengalir dari dataran salju membentuk anak-anak tangga.

Blood Falls
Warnanya begitu kontras dengan salju yang putih bersih. Dari puncak, aliran merah itu bermuara di Sungai Bonney yang membeku. Bertingkat seperti air terjun. Aliran itu pun dinamakan Taylor Glacier, sesuai nama sang penemu.

Masyarakat juga mengenalnya sebagai “Blood Falls”, atau air terjun “darah”.

Sejak itu, para glasiologis dan mikrobiologis mencari tahu sebab munculnya aliran merah misterius. Mulanya, warna merah dikira berasal dari ganggang. Mengutip CNN, disimpulkan bahwa ada danau bawah tanah yang sarat kandungan besi. Sehingga, air danau berwarna merah.

Tahun demi tahun, fenomena unik itu terus berlanjut. Penelitian demi penelitian pun dilakukan menjawab rasa penasaran.

Menurut sekelompok ilmuwan yang terakhir ke sana, ada mikroorganisme hidup berjarak 1.300 kaki di bawah es. Hidup mereka ditopang oleh ketersediaan besi dan belerang dalam air.

Mengutip Atlas Obscura, mikroorganisme kuno itu terperangkan di bawah lapisan tebal es selama bertahun-tahun. Bagi mereka, lapisan itu serupa kapsul waktu alami. Mereka kemudian berkembang secara independen, tanpa cahaya maupun sinar matahari.

Zat besi lah yang akhirnya menyelamatkan mereka. Itu juga membuat air berwarna merah. Lalu, ada sebuah celah di gletser yang memungkinkan air merah itu merembes keluar. Aliran itu menuruni daratan salju, membentuk air terjun kecil berwarna merah darah.

Bukan hanya kekontrasan warna yang membuat fenomena itu unik. Adanya Blood Falls juga membuktikan kemampuan bertahan makhluk hidup sampai di titik paling ekstrem sekalipun. Keajaibannya menjadi pesona tersendiri yang memikat masyarakat.

Sunday, October 13, 2013

Fenomena Pelangi Di Tengah Malam

Pelangi biasanya muncul saat sinar matahari memantul dari air hujan, tetapi dalam peristiwa ini Matahari telah terbenam satu jam sebelumnya. Sebaliknya Bulan mampu menciptakan pelangi yang mengesankan.

Pelangi aneh ini muncul saat bulan purnama di desa Richmond, North Yorkshire.

Night Rainbow
Fotografer Chris Walker mengabadikan gambar saat ia sedang mengemudi mobil melewati badai sekitar pukul 19.00 hari Minggu lalu.

Dia berkata: "Saya melihat sesuatu yang aneh di langit saat perjalanan pulang.

Kemunculan Bulan purnama di belakang saya, angin bertiup kencang dan awan hujan berlarian di cakrawala.

"Bulan itu begitu terang ketika saya tiba di rumah, sangat jelas bahwa objek di langit adalah pelangi ciptaan Bulan.

"Cahaya Bulan ribuan kali lebih redup daripada matahari, pelangi pudar dan hanya terlihat ketika Bulan sudah penuh."

Walaupun 'Pelangi Bulan' sering kelihatan muncul berwarna putih, warna pelangi dapat ditangkap dalam foto dengan menggunakan lensa panjang. Dalam kejadian ini Mr. Walker hanya memerlukan 30 detik dengan kamera digital Lumix, untuk memunculkan berbagai warna dalam pelangi.

Dia berkata,"Cahaya bulan begitu terang, saya bisa melihat pelangi merah dengan mata telanjang," Pelangi Bulan selalu berlawanan dengan posisi Bulan dan terlihat sempurna saat Bulan purmana penuh.


Kejadian ini sangat jarang karena mereka membutuhkan kondisi khusus. Posisi bulan kurang dari 42 derajat di langit, langit harus sangat gelap dan harus ada hujan berlawanan dengan Bulan. Pelangi Bulan lebih umum di dekat air terjun.

Fenomena ini tidak muncul saat Bulan cincin, yang muncul seperti lingkaran di sekeliling Bulan. Ini disebabkan oleh pembiasan cahaya kristal es di atas atmosfer.

Fenomena Api Terjun Di Horsetail Falls California

Inilah fenomena unik yang bisa dilihat di Horsetail Falls di Yosemite National Park, California. Api terjun itu terdapat di gugusan pegunungan Sierra Nevada, sebelah barat Danau Tahoe, memiliki ketinggian 2.000 kaki atau sekitar 600 meter.

Horsetail Falls
“Api terjun” pada dasarnya merupakan air terjun, tetapi unik karena mendapatkan ekspos sinar matahari senja sehingga berkilauan kuning keemasan. Peristiwa ini sangat langka dan cuma beberapa hari dalam setahun, biasanya di bulan Februari, sinar matahari akan menyorot air terjun, menciptakan cahaya oranye bak api yang memukau.

Fenomena api terjun paling tepat disaksikan pukul 17.30 waktu setempat. Saat itu, cahaya matahari senja tepat menyinari batuan di sekitar air terjun. Di situlah keajaiban alam terjadi dan iluminasi natural tercipta. Namun, hal tersebut sulit disaksikan sebab memang merupakan salah satu fenomena alam yang paling jarang.


Josh Anon, warga San Fransisco, berhasil mengabadikan fenomena “api terjun” itu. “Jika jumlah air cukup dan langit cukup cerah untuk mendapat cahaya matahari senja, matahari akan ada pada sudut yang tepat untuk menyinari air dan membuatnya bersinar,” katanya.


Ia mengatakan, sulit untuk mendapat kesempatan menyaksikannya. “Ketika surya mulai tenggelam, air bersinar sedikit dan berwarna kuning. Kemudian, secara tiba-tiba air bersinar dan tampak seperti lava,” kata Anon.


Yosemite National Park yang merentang sepanjang 3.000 kilometer menarik 3,5 juta wisatawan tiap tahunnya. Api terjun adalah salah satu pesonanya. Api terjun bisa dicapai dengan mendaki ke arah utara Twin Bridge lewat rute 50 AS.

Fenomena Laut Terbelah Di Korea Selatan

Anda tentu ingat kisah Nabi Musa yang membelah laut merah. Ternyata, hal tersebut benar-benar terjadi dan fenomena ini bisa Anda lihat di Korea Selatan, tepatnya di Pulau Jindo.

Laut Terbelah
Fenomena ini oleh masyarakat setempat dan wisatawan disebut "Moses Miracle" atau "Mukjizat Musa". Sebenarnya ini bukanlah sebuah ‘mukjizat‘ seperti jaman Nabi Musa, tetapi hanya sebuah kejadian pasang surut lautan. Setiap dua kali setahun, saat air laut sedang surut, sebuah jalan sepanjang 2, 8 kilometer dan lebar 40 meter terbuka di tengah-tengah laut, menghubungkan Pulau Jindo dan Pulau Modo selama satu jam. Selama jalan ini terbuka, masyarakat setempat mengadakan festival yang ramai dikunjungi wisatawan dari penjuru dunia.


Fenomena alam ini memang sangat aneh, namun benar terjadi. Menurut legenda, seorang penduduk Desa Jindo suatu hari diserang oleh seekor harimau kemudian lari ke arah Pulau Modo. Namun sayang, di antara dua pulau ini terbentang lautan. Kemudian penduduk tersebut berdoa kepada dewa laut, lautpun terbelah dan memberikannya jalan untuk melarikan diri dari hewan buas tersebut.


Jalan laut ini membuka pada tanggal 18 Mei setiap tahunnya. Namun festival yang diadakan untuk merayakan fenomena ini diadakan tiga kali setahun pada Maret, Mei, dan Juli. Festival yang dihadiri jutaan pengunjung ini dimeriahkan pertunjukan musik rakyat dan tarian-tarian tradisional Korea Selatan. Selain itu, ada pertunjukan kembang api dan laser. Untuk menangkap pemandangan dan fenomena unik ini, wisatawan dapat melihat dari atas bukit atau turut serta menyeberang dari Pulau Jindo ke Pulau Modo bersama jutaan orang lainnya.

Fenomena Danau Bewarna Biru Neon di Australia

Berenang seharusnya memberikan suasana yang sehat bagi raga kita. Tetapi, belum tentu demikian halnya jika Anda berenang di kolam misterius ini. Kulit Anda bisa seketika berubah menjadi biru neon usai berenang di danau itu.

Danau Biru
"Rasanya seperti kami sedang bermain dengan cat radioaktif," kata Phil Hart yang menangkap gambar fenomena aneh ketika teman-temannya muncul dari sebuah danau di suatu malam.


Apa yang membuat air di tepi danau itu menyala dalam kegelapan? Ya, air berwarna terang di saat gelap itu tidak muncul dengan sendirinya. Ia tercipta karena reaksi kimia yang disebut biopendar (bioluminescence), yang muncul saat konsentrasi mikro-organisme di dalam air terganggu secara alamiah.


Phil, 34 tahun, meletakkan kameranya dengan penyanggah kaki tiga dengan kecepatan shutter lambat. Lalu, dia kemudian melempar butiran pasir dan batu sehingga kamera dapat menangkap gambar bintik-bintik air biru sebanyak mungkin.

Danau Gippsland
Gambar-gambar ini terlihat sangat menakjubkan. Warnanya berubah ketika konsentrasi mikro-organisme Noctiluca Scintillans di dalam air tidak normal, jauh lebih tinggi dari biasanya. Phil dan teman-temannya mengambil gambar itu di Danau Gippsland, Victoria, Australia.

"Berada di sana dan melihat biopendar yang begitu memukau adalah kesempatan yang sangat langka," ujar Phil. "Saya di sini sebagai direktur program di sebuah organisasi yang secara rutin mengadakan agenda berkemah di sekitar Danau Gippsland sejak 50 tahun lalu. Dan, belum pernah ada yang dapat melihat biopendar seterang ini."
  
Noctiluca Scintillans
Seperti yang disebutkan, fenomena ini disebabkan tingginya konsentrasi mikro-organisme yang tinggi. Hal ini diyakini sebagai hasil dari kombinasi kebakaran hutan dan banjir di sekitar danau, di mana secara tidak langsung meningkatkan kadar nutrisi di dalam air yang dapat menghidupkan organisme.

"Ini tidak akan terjadi lagi dalam hidup saya," tutur Phil. "Saya merasa beruntung karena telah melihatnya dan berhasil merekam gambar tersebut dengan kamera saya."

"Warna biru cerah tidak hanya terlihat dengan mata kepala saya saja, tetapi juga dengan kamera saya. Ketika mengambil fotonya pertama kali, saya hampir tidak percaya melihat orang-orang di air tampak aneh," pungkas pria asal Melbourne itu.

Sunday, September 29, 2013

Sebuah Pulau Muncul Setelah Terjadi Gempa Di Pakistan

Gempa Pakistan berkekuatan 7,7 skala richter menewaskan lebih dari 200 orang di Pakistan. Usai gempa dahsyat tersebut, sebuah pulau baru muncul di pesisir Gwadar, wilayah Balukistan.

Menurut seorang pejabat pemerintah, dilansir CNN, pulau yang muncul di lautan itu memiliki tinggi hingga 30 meter dan lebar 60 meter. Menurutnya, pulau serupa pernah muncul di tempat yang sama 60 tahun lalu, namun menghilang lagi.

Pulau Misterius Yang Muncul Usai Gempa
Menurut pakar geofisika di US Geological Survey, John Bellini, fenomena munculnya pulau baru usai terjadi gempa tidak selalu terjadi. Adanya gelombang pasang diduga menjadi salah faktor penyebab munculnya pulau baru di sana.

Direktur Jenderal Departemen Meteorologi Pakistan, Arif Mahmood, mengatakan bahwa kemungkinan pulau itu muncul akibat getaran yang menyebabkan tanah di bawah laut naik. Namun, menurutnya, hal ini perlu penelitian lebih lanjut.

Analisis lainnya disampaikan oleh Lamont Doherty dari Pusat Pengamatan bumi di Columbia University. Dia mengatakan bahwa pulau tersebut adalah dataran sementara yang tercipta akibat gunung api lumpur.

Pulau tersebut, lanjutnya, terjadi akibat naiknya lumpur, pasir, dan air akibat getaran dan tekanan di dasar laut saat gempa terjadi. "Lapisan lumpur di bawah tanah bergetar, dan pasir menjadi padat," ujarnya.

Gempa yang terjadi di Pakistan telah menewaskan sedikitnya 208 orang. Kebanyakan mereka tertimpa bangunan yang menggunakan bahan dasar lumpur. Lebih dari seribu tentara diturunkan untuk mengevakuasi para korban.

Thursday, September 19, 2013

Ternyata Sungai Bengawan Solo Pernah Berubah Arah Aliran Airnya

Sungai ini bernama Bengawan Solo. Sungai ini merupakan salah satu sungai yang unik di Pulau Jawa. Uniknya apa? uniknya adalah aliran sungai ini berbalik arah ke arah UTARA!!! Padahal seharusnya aliran sungai ini mengalir ke Selatan Jawa (Kok bisa?). Berikut penjelasan kenapa aliran Bengawan Solo berbalik arah.


Pantai Selatan Jawa didongkrak!

Judulnya kok serem banget ya. Lah ya gimana lagi wong emang pantai selatan Jawa itu memang ada bagian-bagian yg terangkatnya kok. Dan buktinya juga ada, mekanismenya juga jelas.


Mungkin bukti yang mudah adalah gunung gamping itu. Gamping yang terususun oleh koral itu kan dahulunya laut, tetapi sekarang udah jadi gunung. Pastilah gunung itu terangkat namun tadinya berupa laut. Jadi memang pantai selatan Jawa ini didongkel ke atas.

Kalau ada yg suka mengamat-amati dunia ini dengan google earth atau wikimapia tentunya sangat mudah menemukan gejala-gejala ini. Salah satunya pembalikan aliran sungai Bengawan Solo.

Sungai Bengawan Solo Jadul Bermuara di Laut Selatan

Sungai Bengawan Solo yg kita kenal saat ini bermuara di Gresik, diselat Madura tetapi kemudian dialirkan ke utara ke Laut Jawa. Perubahan pengaliran ini dilakukan dengan membuat sebuah saluran khusus sepanjang lebih dari 15 Kilometer.

Perubahan aliran sungai bengawan Solo ini bukanlah yang pertama kali terjadi. Sebelumnya sungai Bengawan Solo ini mengalir ke selatan. Iya … mengalir ke selatan dan bermuara di Laut Selatan (Samodra Indonesia).

Jejak-jejak sungai ini masih bisa dilihat saat ini. beruntunglah kita sekarang ada Google Earth juga ada Wikimapia yang dapat diakses lewat web. Nah nanti ditengok sendiri di Google-earth atau wikimapia.




Gambar dibawah ini diambil dari wikimapia. Gambar ini memperlihatkan jejak-jejak aliran sungai Bengawan Solo jadul.

Bengawan Solo Purba

Bagaimana bisa berbalik arah aliran ini ?

Gambar 1
Sebelumnya arah aliran sungai Bengawan Solo ini mengalir ke arah selatan. Sungai ini bermuara di Samodra Hindia Indonesia. Proses tektonik tentunya sejak dulu juga ada. Lempeng Australis di sebelah kanan (selatan) ini menabrak dan menghunjam ke bawah Pulau Jawa.

Gambar 2
Karena adanya kerak Australis menghunjam kebawah tentunya bagian pinggir (bagian selatan) pulau Jawa ini akan terangkat terus menerus kan ? Sehingga lama kelamaan aliran air permukaan yg melalui sungai akan terganggu.

Gambar 3

Sampai akhirnya ketika pengangkatannya sudah cukup tinggi, maka airpun tidaxk dapat mengalir ke arah selatan, dan “berbalik” ke utara. Saat ini kita hanya dapat mengamati adanya endapan-endapan sungai Bengawan Solo purba.


Pengangkatan ini masih terus beralangsung hingga saat ini. Pengangkatan ini terjadi bersamaan pula dengan proses terjadinya gempa.

Karena proses pengangkatan ini perlahan, dan seperti kita tahu bahwa gelombang pantai selatan ini sangat besar maka dinding-dinding pantai selatan Jawa ini sangat curam. Hanya dibeberapa tempat saja yang menunjukkan topografi (kelerengan rupa bumi) landai seperti di pantai selatan Jogja. Ketika bagian selatan Pulau Jawa ini sedikit terangkat, tentu saja gelombang laut juga akan menghantamnya. Dan akhirnya bentuk pantai selatan ini berupa dinding yg curam.

Jadi proses tektoniklah yang berperan dalam proses perubahan arah aliran Sungai Bengawan Solo. 

Pengangkatan lembah Giritontro akibat tumbukan lempeng Eurasia dan Indo-australia telah menghentikan aliran Bengawan Solo Purba hingga satu juta tahun lalu. Para peneliti memperkirakan kejadian ini terjadi sejak batu gamping formasi Wonosari terangkat atau muncul ke permukaan pada akhir zaman tersier dan aliran sungai ini memiliki sumber mata air di wilayah Kabupaten Wonogiri

Lembah itu sangat dalam dan panjang memotong Pegunungan Selatan. Lembah bekas alur sungai tersebut merupakan salah satu peninggalan Bengawan Solo Purba yang mengalir ke arah selatan ke Samudra Hindia.

Bengawan Solo Purba terbentuk pada saat batu gamping Formasi Wonosari-Punung terangkat sedikit di atas muka laut, yaitu pada akhir Pliosen (sekitar 2 juta tahun lalu). Seiring dengan pengangkatan yang terus berlangsung, Bengawan Solo mengikis dasar sungai hingga membentuk lembah yang sangat dalam seperti terlihat di tepi jalan Giribelah-Pacitan di Dusun Giribelah

Bengawan Solo Purba sudah tidak mengalir lagi dikarenakan sinkhole yang sudah mulai terbentuk. Aliran Bengawan Solo sudah tidak mampu lagi mengimbangi aliran yang masuk ke dalam sistem sungai bawah tanah. Di samping itu, hilangnya aliran permukaan juga disebabkan oleh pengangkatan yang berlangsung relatif cepat pada Pleistosen Akhir (sekitar 100.000 – 500.000 tahun yang lalu).

Aliran sungai Bengawan Solo kini sudah tidak ada airnya lagi, namun sekarang malah meninggalkan potensi, yaitu peninggalan fosil fosil pada jaman baheula yang sekarang banyak ditemukan. Salah satunya fosil yang ditemukan adalah fosil gajah purba (Stegodon trigonocephalus) yang diperkirakan berumur 700.000 tahun yang berupa gadingnya. Ini membuktikan bahwa hewan purba pernah berdomisili di sepanjang pinggiran Sungai Bengawan Solo Purba ini.

Ternyata apabila kalian menemukan fosil di daerah ini, kalian bisa menjadi JUTAWAN..setiap penemuan 5 fosil akan diberi imbalan 8 – 9 juta oleh Balai Pelestari Situs Manusia Purba Sangiran (BPSMPS). Namun harga itu tidak mengikat bisa saja berkurang tergantung pada fosil yang ditemukan. Apabila fosil manusia maka akan semakin mahal harganya dibanding fosil hewan.

Allah telah memberikan jalannya untuk melakukan penelitian di Sungai Bengawan Solo purba, Ayo para Geologist, kita coba rekonstruksi kejadian geologi di daerah itu..


Baca Juga :

Danau Aral, Danau Besar Yang Berubah Menjadi Gurun

Monday, September 16, 2013

Danau Aral, Danau Besar Yang Berubah Menjadi Gurun

Mungkinkah Danau yang luas menjadi kering? Walau kalau Tuhan sudah berkehendak maka tiada yang tak mungkin, namun rasanya itu adalah mustahil dan sulit dipercaya pada masa sekarang ini.

Perbandingan Dulu dan Sekarang
Namun demikianlah yang terjadi. Fenomena alam aneh dan luar biasa ini benar-benar terjadi di Uzbekistan, dimana Danau yang luas menjadi kering dan berubah menjadi gurun yang maha luas.


Sehingga banyak memunculkan bangkai-bangkai kapal yang teronggok di tengah gurun. Inilah beberapa contoh dari banyak bangkai kapal besar yang bertebaran di gurun yang merupakan bekas Danau yang sudah mulai kering sejak era 1960-an.

Bangkai Kapal
Bangkai Kapal
Aral yang terletak diantara 2 negara eks Uni Soviet yaitu Uzbekistan dan Kazakhstan banyak menyimpan cerita. Danau ini sekarang menghilang dan lenyap


Banyak orang yang tidak tahu mengenai Danau Aral ini. Sejak tahun 1960-an, Danau Aral menyusut karena sebuah bencana sehingga perairannya menyusut sampai 80% dari volumenya. Dan kini Danau Aral telah lenyap sama sekali dan menjadi gurun yang luas dan kering serta tandus.
 
Penyusutan Danau Aral
Setelah menyusut dan lenyap, Danau ini menjadi gurun dan menampakkan banyak bangkai-bangkai kapal disana. Bangkai-bangkai kapal tersebut sebagian diantaranya tenggelam dan sisanya ditelantarkan begitu saja karena sudah tak ada air lagi.


Bagi yang tidak mengenal latar belakang gurun ini akan terheran-heran mengapa kapal-kapal besar bisa "tersesat" di tengah gurun yang kini dikenal sebagai Gurun Aral. Fenomena alam luar biasa ini menjadi daya tarik utama di Uzbekistan dan Kazakhstan, hanya sayang masih belum dikelola secara maksimal oleh pemerintah kedua negara sehingga belum dikenal luas.

Yang tampak hanyalah hewan-hewan yang berkeliaran bebas di situs luar biasa ini.


Baca Juga : 

10 Fenomena Alam Teraneh Di Dunia

Fenomena alam merupakan hal yang sangat sering terjadi dan mampu menarik perhatian banyak orang. Namun berbeda dengan 10 fenomena alam berikut, fenomena alam berikut sangat jarang terjadi dan sangat aneh. Langsung saja berikut 10 Fenomena Alam Teraneh Di Dunia :

1. Hujan Ikan, Honduras

Hujan Ikan
Hujan ikan di Honduran Folklore adalah hal biasa. Terjadi di Departamento de Yoro antara bulan Mei dan Juli. Para saksi menyatakan fenomena ini dimulai dengan munculnya awan hitam di langit yang diikuti oleh petir, angin kuat, dan hujan lebat selama 2 hingga 3 jam. Saat hujan berhenti itulah, ratusan ikan yang masih hidup dapat ditemukan di atas tanah. Orang-orang akan mulai memungutinya dan memasaknya di rumah. Sejak 1998 festival yang diberi nama “Festival de la Lluvia de Peces” atau “Rain of Fish Festival” dirayakan tiap tahunnya di kota Yoro, Departamento de Yoro, Honduras.

2. Hujan Darah Di Kerala, India

Hujan Darah
Dari tanggal 25 Juli hingga 23 September 2001, fenomena alam aneh yaitu hujan merah secara sporadis turun di Kerala, India selatan. Siraman hujan ini berwarna merah, menodai pakaian orang-orang dengan warna yang mirip darah ini. Warna hujan lain seperti kuning, hijau, dan hitam juga pernah dilaporkan terjadi.

Turunnya hujan berwarna merah di India ini sempat menghebohkan dunia. Para ilmuwan meyakini hujan ini mengandung sel hidup karena ditemukan DNA. Temuan ini hasil penelitian seorang ahli mikrobiologis asal Inggris bernama Milton Wainwright dari Universitas Sheffield, namun si ilmuwan ini belum bisa memastikan mengenai DNA apa yang terkandung dalam hujan darah India ini. Namun anggapan ini dibantah karena ada anggapan lain yang menyebutkan bahwa hujan ini berasal dari semburan pasir di Arab yang bercampur dengan air hujan. Kejadian yang sama pernah terjadi di Inggris tahun 1968. Sampai sekarang fenomena alam ini masih menjadi perdebatan.

3. Black Sun (Matahari Hitam), Denmark

Black Sun
Selama musim semi di Denmark, pada kira-kira satu setengah jam sebelum matahari terbenam, kawanan burung jalak Eropa (sturnus vulgaris) yang jumlahnya bisa mencapai lebih dari sejuta berkumpul dari berbagai penjuru berkumpul membentuk formasi-formasi menakjubkan.

4. Empat Matahari, China

Four Suns
Munculnya 4 matahari di China ini ternyata merupakan fenomena alam biasa, seperti yang dikutip LAPAN (Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional) yang menjelaskan masalah ini, ini kutipannya: “Fenomena itu dinamakan sun dog atau anjing penjaga matahari. Cahaya tersebut biasa muncul di kanan kiri halo sehingga sering dianggap matahari meskipun memiliki ukuran lebih kecil”.


Malah fenomena ini punya sebutan atau istilah ilmiahnya yakni sun dog, berarti bahwa kemunculan lebih dari 1 matahari pernah terjadi sebelumnya, yang pasti beberapa kali terjadi, sehingga mempunyai nama panggilan. Dan terjadinya pun karena hasil dari proses pembiasan cahaya matahari dengan kristal es, ini baca lagi kutipannya: “Ketentuannya, di sekitar arah matahari muncul kristal-kristal es yang membiaskan cahaya. Biasanya, terjadi dua fenomena yaitu halo dan sun dog”

5. Petir Abadi, Venezuela

Petir Abadi
Fenomena “Rel├ímpago del Catatumbo” atau “Petir Catatumbo” adalah suatu fenomena alam yang aneh. Lokasinya di mulut sungai Catatumbo di Danau Maracaibo (Venezuela), feneomena ini berwujud halilintar atau petir di langit yang tingginya lebih dari 5 kilometer dan terjadi selama 140 hingga 160 di malam-malam dalam setahun, 10 jam dalam satu malam, dan sebanyak 280 kali perjamnya.


Badai yang hampir permanen ini terjadi di atas dataran tanah rawa dimana aliran sungai Catatumbo mengisi danau Maracaibo. Fenomena ini diperkirakan merupakan pembentuk tunggal terbesar lapisan ozone di bumi, melihat intensitas dan frekuensinya yang tinggi.


6. Bola Api Naga Sungai Mekong, Vietnam

Bola Api

Pernahkah kamu berjalan di suatu sungai di Negara tropis pada malam hari dan tiba-tiba dari sungai itu keluar bola-bola cahaya mera sebesar telur naik ke angkasa? Ini terjadi setiap tahunnya khususnya di bulan oktober di sungai Mekong (sungai ini pernah muncul di film Rambo 3). Fenomena alam aneh ini disebut bola api “naga”.


Bola-bola cahaya ini muncul dari dalam air, keluar, dan naik ke angkasa lalu menghilang dengan sendirinya. Keren ya? Bola-bola cahaya ini ga pernah memakan korban dan ga pernah membakar apapun. Bola-bola api aneh ini dilihat ratusan orang tiap tahunnya dan banyak videonya di youtube.



Beberapa ilmuan mencoba menjelaskan fenomena ini. Mereka mengatakan ini mungkin saja karena fermentasi sedimen di sungai tersebut. Sedimen-sedimen yang berasal dari kotoran-kotoran hewan itu mengeluarkan gelembung-gelembung gas, naik ke permukaan sungai dan terbakar begitu menyentuh udara. Ya, keliatannya ini penjelasan yang paling masuk akal. Tapi teori ini masih banyak kejanggalan.


7. Star Jelly, Jerman

Star Jelly
Biasanya, benda-benda langit yang jatuh ke bumi berupa batuan seperti meteor, atau pecahan-pecahan bintang. Tetapi terkadang yang jatuh ke bumi adalah benda yang lembek seperti star jelly ini. Banyak laporan dari masyarakat yang menemukan jelly luar angkasa ini. Orang-orang Jerman menyebutnya sternenrotz (dalam bahasa inggrisnya star snot) warna dari jelly ini biasanya bening atau agak kekuningan. Berbau dan licin kalau dipegang.


Hal ini sudah dibahas di Koran-koran selama lebih dari 150 tahun, namun tidak ada yang benar-benar bisa meneliti dan menjelaskan apa sebenarnya jelly ini. Contoh kasusnya di tahun 1950, 4 polisi Philadelphia menemukan sebuah lubang sedalam 6 kaki yang berisikan star jelly ini.


8. Lokasi Hiking Di Dalam Danau, Austria

Hiking Sambil Menyelam

Mau mencoba hiking di dalam danau? mungkin Anda tidak boleh melewatkan salah satu fenomena alam cantik ini. Fenomena alam yang aneh membuat jalur hiking cantik di Austria ini berubah menjadi lokasi diving sedalam 10 meter yang unik selama setengah tahun.


Lokasinya di kaki Pegunungan Hochschwab, di Tragoess, Styria, AUSTRIA. Green Lake merupakan salah satu fenomena alam teraneh di dunia. Selama musim dingin lokasi ini benar-benar kering layaknya lokasi hiking biasa dimana banyak orang kota datang kesana untuk berlibur. Tapi berbarengan dengan naiknya temperatur, salju dan es yang melingkupi pegunungan mulai mencair dan airnya membanjiri lokasi ini dan membuatnya menjadi lokasi dibawah air yang airnya sejernih kristal.


Ada Jalannya
Ada Bangku Untuk Istirahat
Kedalamannya mulai dari 1-2 meter hingga lebih dari 10 meter di awal musim panas. Perairan Green Lake ini mencapai titik paling dalamnya di bulan Juni dimana banyak penggemar diving datang demi menikmati keindahan taman pegunungan di dalam air. Bangku-bangku tempat duduk, rumput-rumput hijau pegunungan, pepohonan, jalan-jalan, dan bahkan jembatan di bawah air menciptakan suasana menakjubkan seakan berada di daratan. Tapi fenomena ini hanya berlangsung pada paruh tahun setiap tahunnya. Sehingga justru hal ini yang membuat orang banyak menjadi penasaran.

9. Kambing-Kambing Pemanjat, Maroko

Kambing Pemanjat
Kambing-kambing di atas pohon bisa ditemukan di Maroko. Kambing-kambing ini memanjat pohon untuk memakan buah dari pohon Argan, yang serupa dengan buah zaitun. Para petani setempat biasa mengikuti kawanan-kawanan kambing ini saat mereka berpindah dari satu pohon ke pohon yang lainnya. Bukan karena ingin melihat keanehan ini, melainkan berusaha mendapatkan biji-biji kacang dari sisa buah yang biasanya tidak ikut dimakan oleh kambing-kambing itu.


Tiap kacang berisikan 1 hingga 3 biji yang bisa digunakan untuk membuat minyak Argan dan bahan kosmetik lainnya. Minyak ini telah digunakan orang selama ratusan tahun, tetapi perlahan pohon Argan makin sulit ditemui akibat kayunya yang sering dijarah dan juga akibat ulah kambing-kambing pemanjat yang merusaknya.


10. Racun Kesturi

Biji Kesturi
Anda mungkin akan terkejut jika mengetahui bahwa kandungan di dalam biji kesturi (castor bean) merupakan racun tanaman paling mematikan di muka bumi. Karena sebiji kecil kesturi cukup untuk membunuh seorang dewasa hanya dalam beberapa menit saja. Sedangkan minyak kesturinya aman digunakan (tapi tidak untuk di makan) karena senyawa racunnya yang dikenal sebagai ricin telah dihilangkan.
FollowLike Share It Get Website Traffic