Pages

Showing posts with label Antariksa. Show all posts
Showing posts with label Antariksa. Show all posts

Tuesday, December 13, 2016

Inilah Yang Terjadi Jika Bumi Dan Mars Bertukar Tempat

Apakah kalian pernah membayangkan gimana jadinya kalau posisi Bumi ditukar dengan posisi Mars? Emang sih terkesan fantasy tapi kadang kita harus tahu dampaknya kalau hal ini benar-benar terjadi.

Berikut beberapa dampak yang akan diterima Bumi seumpama kedudukannya agak digeser sedikit atau bahkan ditukar dengan planet lain, semisal Mars.

1. Suhu Bumi akan menurun drastis
Ilustrasi
Mungkin kita sering mendengar istilah Global Warming alias pemanasan global yang mengangkat tentang dampak rumah kaca bagi Bumi. Global Warming sendiri merupakan masalah global yang dapat mengancam keselamatan manusia, jika tidak secepatnya ditanggulangi, maka bisa saja kehidupan akan berakhir.

Sekarang, coba bayangkan jika posisi Bumi ditukar dengan Mars, yang ada malah kebalikannya, suhu Bumi bakal menurun drastis dan tidak munutup kemungkinan Bumi bakal mengalami zaman es.

2. Menurunnya intensitas cahaya Matahari
Bumi dari luar angkasa
Karena posisinya sudah berpindah ke Mars, begitu juga sebaliknya. Maka intensitas cahaya Matahari bakal menurun. Berkurangnya cahaya Matahari tentu tidak menguntungkan bagi makhluk hidup.

Salah satunya soal fotosintesis, proses penting ini akan berkurang jauh jika dibandingkan sebelumnya, otomatis berdampak pada kelaparan, gizi buruk, dan juga berakhir dengan kematian.

3. Atmosfer kian menipis
Atmosfer Bumi
Kita pasti tahu gunanya atmosfer itu apa, selain sebagai shield atau pelindung, atmosfer juga berfungsi untuk menghancurkan benda-benda luar angkasa yang masuk ke Bumi.

Bila posisi Bumi berada di Mars, maka lapisan pelindung atmosfer tadi akan berkurang, dampaknya ya Bumi semakin rentan dari segala ancaman. Bayangin deh gimana rasanya ada meteor sebesar lapangan bola masuk di samping rumahmu. Ngeri kan? 😱😱

4. Mars Jadi Tempat yang Paling Nyaman
Ilustrasi Planet Mars akan berubah seperti bumi sekarang
Berbanding terbalik dengan nasib Bumi, Mars bakal menjadi planet yang layak huni jika berada di posisi Bumi. Disini Mars akan mendapatkan cahaya yang melimpah sehingga kondisi permukaannya lebih hangat.

Tak cuma itu saja, cahaya matahari juga akan membuat gas-gas terangkat ke permukaan sehingga menciptakan atmosfer.

Baca Juga :

Friday, September 23, 2016

5 Bukti Alien Pernah Mengunjungi Bumi

Banyaknya penampakan Alien menjadi bahan perbincangan di berbagai kalangan. Meskipun masih belum bisa dipastikan, namun hal ini tetap jadi misteri terbesar di dunia.


Banyak orang yang berpikir jika Alien itu hanya sebuah mitos yang dibesar-besarkan. Selain banyaknya penampakan video maupun foto yang muncul, ternyata banyak juga benda-benda aneh yang diduga merupakan peninggalan Alien. Nah bagi yang nggak percaya sama yang namanya alien, ini bukti-bukti kalau Alien pernah mampir ke Bumi.

1. Insiden Roswell 1947
Insiden Roswell
Hingga sekarang, Insiden Roswell 1947 masih menjadi misteri terbesar di dunia. Bahkan, insiden yang terjadi di Meksiko ini terkesan ditutupi oleh pihak pemerintah. Entah apa yang ditutupi, namun yang pasti hal itu ada kaitannya dengan UFO dan Alien. Banyak saksi yang mengatakan bahwa mereka melihat objek aneh mirip piring terbang yang jatuh di daerah Roswell. Hal ini juga diperkuat dengan penemuan sebuah piring terbang oleh Roswell Army Air Field.

Bahkan salah satu tentara yang ikut jadi saksi mata di Insiden Roswell yaitu Major Jesse Marcel, ikut angkat bicara. Dia mengatakan bahwa objek yang jatuh itu memang sebuah piring terbang dan terdapat mayat Alien di dalamnya. Alien itu juga sempat diotopsi oleh pihak pemerintah.

2. Microchip di Tengkorak Napoleon Bonaparte
Microchip
Salah satu ilmuwan terkenal di dunia, Dr. Andre Dubois terkejut saat menemukan sebuah benda aneh mirip microchip yang tertanam di tengkorak pemimpin terbesar Perancis yaitu Napoleon Bonaparte. Banyak dari para ilmuwan berpendapat bahwa Napoleon pernah diculik oleh bangsa Alien. Hal ini diperkuat dengan pernyataan Dr. Dubois yang mengatakan jika Napoleon pernah menghilang selama beberapa hari pada tahun 1794 saat berumur 25 tahun. Dia juga berpendapat jika microchip tersebut memiliki peran besar dalam kesuksesan Napoleon Bonaparte.

3. Benda Mirip Ponsel Berusia Ratusan Tahun
Ponsel Ratusan Tahun
Selanjutnya ada ponsel misterius yang ditemukan arkeolog di Austria. Bentuk dari ponsel ini mirip dengan Nokia 3310, namun anehnya ponsel ini ternyata telah berusia ratusan tahun. Ponsel aneh itu juga dilengkapi dengan simbol-simbol aneh yang terletak di bagian keypad. Para arkeolog berpendapat jika ponsel tersebut merupakan alat komunikasi Alien di masa lalu.

4. Lukisan "The Madonna With Saint Giovannino"
The Madonna With Saint Giovannino
Bukan hal yang biasa lagi jika lukisan-lukisan jaman dahulu memiliki misteri yang besar. Contohya lukisan Monalisakarya Leonardo da Vinci, hingga sekarang masih belum diketahui siapa wanita yang ada di lukisan itu. Tidak terkecuali lukisan karya Domenico Ghirlandaio berjudul The Madonna With Saint Giovannino.

Jika diperhatikan dengan seksama pada lukisan tersebut nampak sebuah objek mirip piring terbang. Entah itu memang gambar dari piring terbang atau sebuah gambar benda lain, hingga sekarang masih jadi misteri.

5. Vimanas
Vimanas
Jika diartikan Vimanas memiliki arti mesin yang bisa terbang. Arti dari nama tersebut bisa jadi acuan jika mesin tersebut merupakan UFO. Bahkan dalam beberapa hieroglyph, mesin terbang tersebut juga bisa digunakan untuk keluar dari Bumi dan menjelajah luar angkasa. Penganut agama Hindu mempercayai jika benda ini merupakan kendaraan dewa-dewa mereka.

Friday, September 5, 2014

NASA Berencana Membuat Oksigen Di Mars

Misi Mars 2020 akan membawa tujuh proyek dan salah satunya peralatan produksi O2.

Pesawat ruang angkasa NASA yang direncanakan mendarat di Mars pada tahun 2021 akan berupaya untuk membuat oksigen di permukaan planet merah itu.

Pesawat Mars 2020 itu akan membawa tujuh proyek yang diarahkan untuk merintis jalan bagi misi berawak ke Mars dengan mencari bukti-bukti kehidupan dan menyimpan sampel yang kelak dibawa kembali ke sana.


Salah satu proyek adalah peralatan yang bisa mengubah CO2, yang banyak di udara Mars yang tipis, menjadi O2, seperti dilaporkan wartawan Sains BBC, Jonathan Webb.

Hal tersebut akan bisa mendukung kehidupan manusia atau membuat bahan bakar untuk roket yang akan membawa pulang awak ruang angkasa.


"Hari ini merupakan hari yang amat gembira bagi kami," kata astronot dan administrator NASA, John Grunsfeld, saat mengumumkan muatan yang dibawa Mars 2020 di Washington DC.


Dengan berat satu ton dan biaya 1,9 miliar dollar AS, pesawat itu akan mengikuti model Curiosity, yang mendarat di Mars pada Agustus 2012.


Fokus eksplorasi


Kemampuan memproduksi oksigen akan membantu ambisi untuk misi berawak ulang alik ke Mars karena membawa bahan bakar amat berat serta membutuhkan biaya yang mahal pula.

Pesawat ruang angkasa NASA lainnya sudah bisa memproduksi O2 dari CO2 namun peralatan baru, MOXIE, untuk pertama kalinya akan menguji kemampuannya di atmosfer Mars.


Salah seorang penguji MOXIE, Profesor Tom Pike dari Imperial College, London, mengatakan perubahan fokus dalam misi ke Mars seperti mengganti persneling.


"Ini lebih seperti Star Trek tua yang lebih berani, dengan fokus utama dari muatannya adalah ekslporasi dan bukan ilmu pengetahuan," jelasnya kepada BBC.

"Tidak banyak tempat yang bisa dituju manusia setelah Bulan. Saya akan mengatakan satu dalam daftar praktisnya, dan itu adalah Mars."

Bulan Oktober Terjadi Badai Meteor Terbesar Di Tata Surya

Komet C/2013 A1 akan mendekati Mars, berpotensi mengancam wahana antariksa sekaligus menjanjikan pemandangan hujan meteor langka dan dahsyat.


Badai meteor akan terjadi di planet Mars pada Oktober 2014 nanti. Puluhan hingga ratusan ribu meteor berpotensi menghujani planet tersebut per jamnya.


Fenomena badai meteor tersebut terkait dengan komet Siding Spring yang akan lewat sangat dekat dengan Mars. Debu-debu yang disemburkan komet tersebut dapat masuk atmosfer planet merah yang tipis dan terbakar sehingga menimbulkan hujan meteor.


"Evaluasi NASA terakhir, dia (komet Siding Spring) akan lewat sejarak 132.500 km dari pusat Mars," kata astronom amatir, Ma'rufin Sudibyo. 


Siding Spring akan mencapai jarak terdekat dengan Mars pada 19 Oktober 2014. Jarak antara Mars dan Siding Spring saat itu sepuluh kali lebih dekat dengan jarak terdekat yang pernah dicapai komet apa pun saat melintas dekat Bumi. 


Badai meteor yang akan terjadi di Mars nanti bakal sangat intensif, berpotensi menjadi yang terdahsyat di tata surya tahun ini.


"Estimasi terburuk, jumlah meteor yang memasuki atmosfer Mars bisa sampai 100 meteor/sentimeter persegi saat puncaknya. Kalau diterjemahkan lebih lanjut, itu bisa jadi puluhan atau bahkan ratusan ribu meteor/jam," ujar Ma'rufin.


Fenomena tersebut akan menjadi fenomena menarik yang bisa dilihat manusia lewat pantauan wahana antariksa Curiosity yang saat ini sedang menjalankan misi di Mars. Manusia tidak bisa mengamatinya secara langsung. 


Meski berpeluang menghadirkan fenomena langit menarik, lewatnya Siding Spring juga bisa memicu bencana bagi misi antariksa. Wahana-wahana antariksa yang kini mengorbit Mars terancam mengalami kerusakan karena semburan debu komet. 


Ma'rufin mengatakan, situasinya dapat seperti ketika manusia mengendarai sebuah mobil dan tiba-tiba disemprot pasir dan debu dari depan.


"Analogi yang lebih tepat sebenarnya kasus terkikisnya kulit Boeing 747 British Airways Flight 007 saat mereka tanpa sengaja masuk ke dalam debu letusan Galunggung," kata Ma'rufin.


Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) paling mengkhawatirkan kerusakan pada komponen elektronik wahana. Setiap kali debu meteor berbenturan dengan wahana, akan terpercik aliran listrik.


Untuk hal itu, NASA telah punya beberapa alternatif, di antaranya mematikan wahana untuk sementara. Namun, hingga saat ini belum ada keputusan apakah akan melakukannya.


Risiko paling besar adalah bila wahana terhantam debu komet berukuran besar. "Kalau kehantam debu komet seukuran kerikil, nah itu sudah 'wassalam'," ungkap Ma'rufin ketika dihubungi, Senin (11/8/2014).


Komet Siding Spring adalah komet yang ditemukan pada 3 Januari 2013 oleh Robert H McNaught. Nama Siding Spring diambil dari nama observatorium yang dipakai untuk pengamatan, Siding Spring Observatory di Australia. Nama resmi komet tersebut adalah C/2013 A1.


Hujan atau badai meteor hingga saat ini diketahui hanya bisa terjadi di Bumi dan Mars. Planet merah mungkin membakar debu komet karena masih dianggap cukup tebal, sekitar 100 kilometer.


Hujan meteor tidak terjadi di Merkurius karena atmosfernya sangat tipis. Sementara itu, belum diketahui apakah hujan meteor bisa terjadi di Venus sebab atmosfer planet tersebut tidak transparan.

Benarkah Tulang Manusia Ditemukan Di Mars ?

Wahana Curiosity menangkap citra sebuah obyek di Mars pada 14 Agustus 2014 lalu. Banyak yang menduga bahwa obyek itu adalah tulang manusia. Namun, NASA membantahnya. Obyek itu cuma batu yang tererosi.


Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) pada 14 Agustus 2014 merilis citra yang diambil oleh kamera Mastcam dari wahana antariksa Curiosity di Mars. Citra itu seketika menjadi kehebohan di dunia maya lantaran menunjukkan adanya obyek serupa tulang manusia.



Pembicaraan UFO Blogger, misalnya, menyebut bahwa obyek tersebut adalah bagian tulang belakang dan tulang jari manusia. Sementara itu, penulis di Northern Voice Online menyebut, obyek itu adalah tanda bahwa kehidupan memang ada di Mars. 

Kehebohan di dunia maya itu memaksa NASA untuk memberikan keterangan. Jumat (22/8/2014) lalu, NASA menyatakan secara resmi bahwa obyek itu adalah batu belaka, sama sekali bukan tulang manusia, dan bukan pula tanda kehidupan di Mars.

"Melihat dengan kamera Mastcam wahana Curiosity di Mars, batu Mars ini mungkin seperti tulang paha. Namun, tim ilmuwan berpikir bahwa ini adalah batu yang dibentuk oleh erosi, baik oleh air maupun angin," papar NASA seperti dikutip Sydney Morning Herald, Sabtu (23/8/2014).

Perry Vlahos dari Astronomical Society of Victoria mengatakan, manusia memang cenderung mengaitkan obyek yang baru dilihatnya dengan obyek lain yang ada dalam ingatannya. "Jadi, tidak mengejutkan ada orang melihat 'manusia di Bulan' atau 'tulang di Mars'," katanya.

Menurut Vlahos, otak manusia memang dirancang untuk mengenali sebuah pola. Ini adalah bagian dari evolusi. Karena itu, manusia cenderung melihat benda biasa dan membandingkannya dengan sesuatu yang membuat dirinya terpesona. 

Ia mengatakan, foto yang ditangkap oleh Curiosity jelas bukan tulang paha di Mars. Sebab, manusia jelas tak pernah hidup di Mars. Jika kehidupan ada atau pernah ada di planet itu, bentuk kehidupannya cuma mikroorganisme.

Thursday, September 4, 2014

Debu Di Bulan Ternyata Berbau Seperti Bubuk Mesiu


Bulan
Tanah di Bumi memiliki bau yang khas. Demikian pula debu di Bulan. Astronot dari Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) yang pernah mendarat di Bulan mengatakan, debu satelit Bumi itu berbau seperti mesiu.


Harrison "Jack" Schmitt, astronot misi Apollo 17 yang melakukan "moonwalk" pada Desember 1972, mengatakan, "Yang bisa saya katakan adalah bahwa kesan sekilas setiap orang tentang baunya adalah seperti mesiu."



Scmitt yakin bahwa rekan-rekan astronot yang pernah mendarat di Bulan juga akan mencium bau yang sama. Kesan tentang bau Bulan yang menyerupai mesiu lebih kuat dari aroma yang lain. Schmitt mengungkapkan, butuh 7 menit bagi dirinya untuk mengenali bau itu.



Larry Taylor, Direktur Planetary Geosciences Institute di University of Tennessee di Knoxville, sependapat dengan Schmitt. Taylor adalah orang bertugas di "back room" Johnson Space Center di Houston dalam misi Apollo 17.



Menurut Taylor, bau yang tercium oleh astronot mirip dengan bau yang tercium oleh geolog saat mereka menggali atau mengebor batuan. Di Bulan, bau khas itu bisa bertahan lebih lama karena kandungan oksigen yang hanya 43 persen.



Bau Bulan yang khas juga tercium oleh Buzz Aldrin, manusia kedua yang mendarat di Bulan dalam misi Apollo 11. KepadaSpace.com, Selasa (26/8/2014), ia mengatakan bahwa bau Bulan "seperti arang yang dibakar".



Apa yang menyebabkan debu Bulan berbau seperti mesiu? Ilmuwan mengatakan, bau khas itu disebabkan disintegrasi batuan basal dan anorthosit. Disintegrasi itu sendiri disebabkan oleh tumbukan meteorit pada masa lalu.

Friday, June 6, 2014

Bumi Pernah Diserang Asteroid Ganda


Ilustrasi
Peneliti mengungkapkan di masa lalu, Bumi mendapat serangan ganda dari antariksa. Kesimpulan ini diungkapkan peneliti setelah mempelajari dua kawah di Swedia bagian utara, Lockne dan Malingen yang membentang sebagian 16 Km.


Kawah Lockne membentang 7,5 Km dan memiliki struktur dibanding kawah lainnya, sedangkan Malingen membentang Selatan-Barat yang 10 kali lebih kecil.



Dari pengujian fosil plankton yang sangat kecil, peneliti menemukan usia kawah berdekatan itu memiliki usia yang sama, 458 juta tahun lalu. Dua kawah itu terbentuk dari batu asteroid yang menghantam Bumi.



Pengamatan teleskop menunjukkan, sekitar 15 persen asteroid dekat Bumi merupakan pasangan batu antariksa, namun persentase dampak kawah di Bumi lebih kecil.



Dari jumlah tersebut, melansir BBC, Rabu, 19 Maret 2014, hanya sebagian kecil saja batu antariksa yang menyerang Bumi yang menghasilkan kawah terpisah.



Kalkulasi menunjukkan sekitar 3 persen dari dampak kawah di Bumi dihasilkan dari serangan ganda antariksa. Kalkulasi ini sesuai dengan dugaan yang didentifkasi peneliti.



Dr Jens Ormo, peneliti Centre for Astrobiology, Madrid, Spanyol membeberkan, selama beberapa tahun belakangan ini, ia telah mengebor sedalam 145 meter ke dalam lapisan Kawah Malingen, melalui sedimen yang berisi batuan hancur (breccia). Tim peneliti yang dipimpin Ormo kemudian mengebor lebih dalam lagi sampai menemukan batuan dasar utuh.



Setelah spesimen breccia dianalisa dalam laboratorium, terungkap adanya Kuarsa, mineral yang umum ditemukan di kerak kontinen bumi. Mineral Kuarsa berupa mineral kristal itu diciptakan di bawah tekanan intens dan berhubungan dengan serangan asteroid.



Dihantam asteroid



Setelah dilakukan penanggalan, struktur kawah Malingen berusia sama dengan kawah Lockne. Hal ini menginformasi daerah itu telah diguncang serangan asteroid ganda selama periode Ordovisium, yang berlangsung sekitar 488,3 hingga 443,7 juta tahun lalu.



Temuan ini ditanggapi oleh Dr Gareth Collins, peneliti Imperial College London, yang mempelajari dampak kawah. Collins yang tidak terlibat dalam penelitian mempertanyakan bukti pembentukan dua kawah terpisah yang berdekatan itu. Menurutnya sangat sukar dipahami.



"Tapi bukti dalam kasus ini sangat menarik. Kedekatran kedua kawah itu dan perkiraan usia yang konsisten kemungkinan disebabkan oleh dampak ganda," ujarnya.



Simulasi menunjukkan asteroid menciptakan kawah Lockne yang berdiameter 600 meter, sedangkan kawah Malingen berdiameter 250 meter.



Dr Ormo menambahkan Malingen dan Lockne yang hanya bersebelahan itu diciptakan oleh sebuah pasangan asteroid. Disebutkan jika dua batu antariksa terlalu dekat, itu akan mengakibatkan tumpang tindih. Tapi untuk mengatakan tercipta karena serangan antariksa ganda, kawah tidak boleh terpisah terlalu jauh.



"Penyerang kawah Lockne cukup besar untuk menghasilkan apa yang disebut tebaran udara, yang mana Anda menerbangkan atmosfer di atas lokasi dampak," ujar Dr Ormo.



Material dari serangan ganda itulah yang kemudian dianggap langsung menyebar secara global, seperti yang terjadi selama dampak Chicxulub, kawah kuno yang terkubur di Semenanjung Yukatan, Meksiko. Dampak kawah inilah yang kemudian menghancurkan kehidupan dinosaurus sekitar 66 juta tahun lalu.



Peneliti mengakui untuk melacak dampak peristiwa Ordovician memang tidak mungkin, sebab material yang terkait dengan peristiwa itu sudah mengencer di atmosfer. Namun, serangan besar itu bisa dilihat dari dampak pada mahluk laut.



Temuan itu telah dipresentasikan dalam konferensi ke 45 Lunar and Planetary Science di The Woodlands, Texas, AS. Temuan ini telah dipublikasikan pada jurnal Meteoritics and Planetary Science.

Terungkap, Detik-Detik Terbentuknya Alam Semesta

Akhirnya setelah berbulan-bulan tidak post saya akan post lagi. Sebelumnya saya mohon maaf lama tidak update karena sedang persiapan UN dan setelah UN ini saya akan mulai post lagi. 

Ilustrasi

Para astronom telah merilis temuan yang mengesankan terkait proses kelahiran alam semesta. Tim peneliti antariksa dari Harvard-Smithsonian Centre for Astrophysics di Massachusetts, AS, berhasil mendeteksi masa terawal setelah munculnya Big Bang, proses tabrakan hebat yang melahirkan alam semesta sekitar 13,8 miliar tahun silam.


Melansir Daily Mail, Selasa 18 Maret 2014, peneliti berhasil mendeteksi gelombang gravitasi dari sepermiliar sepertriliun picosecond usai terjadinya Big Bang. Hampir tak terbayangkan, untuk diketahui satu picosecond sama dengan sepertriliun detik.

Disebutkan gelombang gravitasi pertama itu dapat mendukung pengetahuan manusia tentang kelahiran alam semesta.

Tidak mudah untuk mendapatkan gelombang gravitasi pada masa terawal usai peristiwa Big Bang. Peneliti menggunakan detektor radiasi super sensitif dan kemudian memasangkan teleskop radio BICEP2 di Kutub Selatan. Fasilitas ini sudah bekerja sejak sembilan tahun lalu.

Setelah hampir satu dekade berjalan, peneliti kemudian menemukan titik terang pencarian. Mereka berhasil menemukan pola-pola berputar pada radiasi berlatar belakang kosmik yang tercipta dari gelombang gravitasi yang disebabkan awal pembentukan alam semesta.

Sontak saja temuan gelombang gravitasi terawal usai Big Bang itu menggemparkan dunia fisika.

"Ini sungguh luar biasa. Ini mengonfirmasi ide yang aneh. Selanjutnya, sudah lebih jelas untuk dikonfirmasi dengan teknologi lain," ujar Profesor Peter Ade, peneliti yang membantu membangun instrumen pendeteksi gelombang.

Ade pun mengatakan, peneliti di balik temuan ini sangat pantas mendapatkan Nobel Fisika.

"Ini yang saya sebut sebagai pemenang Nobel fisika. Yang perlu diperdebatkan hanyalah siapa yang pantas mendapatkan nobel," ujar dia.

Temuan akan duji oleh peneliti dan ahli lain untuk memantapkan temuan.

Sejauh ini, teori mencatat usai Big Bang, alam semesta merupakan partikel seperti sup panas. Butuh waktu sekitar 380 ribu tahun untuk mendinginkan partikel yang kemudian membentuk atom. Setelah atom terbentuk kemudian muncul galaksi dan bintang-bintang.

Berjalan miliaran tahun, barulah muncul planet-planet yang terbentuk dari gas dan debu. Seiring terbentuknya planet maka bagian kecil alam semesta mulai terbentuk dan kian menyebar.




Dengan demikian, temuan astronom itu sangat istimewa dalam upaya menguak proses terbentuknya alam semesta. Menariknya lagi, dalam menemukan gelombang gravitasi itu, peneliti Harvard - Smithsonian Center, hanya memindai dua persen dari seluruh hamparan alam semesta dalam waktu tiga tahun belakangan ini.

Ahli fisika dari Arizona State University, Lawrence Krauss menuturkan, kemungkinan pola gelombang cahaya yang menguak gelombang gravitasi itu bisa saja bukan tanda reaksi usai Big Bang. Namun, ia tidak memungkiri bahwa temuan gelombang gravitasi itu susah terbantahkan.

"Ini menjadi harapan terbaik kami untuk menguji langsung apakah terjadi lonjakan pertumbuhan yang sangat cepat," jelas Krauss.

Temuan baru itu diumumkan oleh sebuah kolaborasi peneliti dari Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics, University of Minnesota, Stanford University, California Institute of Technology dan Jet Propulsion Laboratory NASA.

Pemimpin studi, John Kovac dari unsur Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics menjelaskan, temuan ini akan dipublikasikan dalam jurnal ilmiah pekan ini.

Friday, January 17, 2014

Kisah Nyata Frank Slazak, Calon Astronaut Challenger

Frank Slazak Calon Astronaut Challenger
"Aku Frank Slazak yang selalu bermimpi untuk bisa melihat indahnya dunia dari sisi yang berbeda. Aku sangat berharap Tuhan mengizinkan agar aku bisa melihat diriku seperti Ia melihatku. Aku ingin seluruh alam ada dalampandangan mata lahirku. Namun apa daya, aku tak punya apapun untuk menggapai semua itu"

Saya yakin tidak sedikit orang yang berkeinginan hampir sama dengan tulisan diatas, terlepas apakah keinginan itu berada diranah yang sama ataupun berbeda. Namun kala realita tak menunjukkan secercah kemungkinan yang mengarah ke pencapaian keinginan, agaknya setiap orang harus belajar dari sebuah kisah mengapa Tuhan mengizinkan sesuatu terjadi atau tidak terjadi dan Tuhan pasti punya alasan yang tepat.

Ini dia kisahnya:

Bermula dari impianku untuk menjadi seorang astronot dan aku ingin pergi ke luar angkasa. Tetapi aku tidak memiliki sesuatu yang tepat karena aku tidak memiliki gelar dan aku bukan seorang pilot.

Namun Tuhan berkehendak lain. Gedung Putih mengeluarkan pernyataan bahwa mereka mencari warga biasa untuk ikut dalam penerbangan 51-L pesawat ulang-alik Challanger, dan warga itu haruslah seorang guru.

Aku berpikir, aku warga biasa, dan aku seorang guru. Tanpa melepaskan setiap detikpun hari itu, aku mengirim surat lamaran ke Washington .

Setelah waktu yang terasa lama karena hari-hariku diisi dengan penantian dan rutinitas berlari untuk mengintip kotak pos, akhirnya datang juga amplop resmi berlogo NASA.

Tuhan mengabulkan do'aku. Aku lolos penyisihan pertama.

Selang beberapa waktu kemudian, aku merasakan pencapaian impianku semakin dekat, dan aku yakin itu. Ketika NASA selesai mengadakan test fisik dan mental, aku kembali menunggu dan tak pernah berhenti berdo'a.

Lalu Tuhan memberikan jawaban, aku dipanggil untuk mengikuti program latihan astronot khusus di Kennedy Space Center.

Aku sudah melewati banyak tahap, dari 43.000 pelamar, kemudian menjadi 10.000 orang, dan kini aku menjadi bagian dari seratus orang yang terpilih untuk mengikuti penilaian akhir.

Hari-hari semakin berat karena harus melewati berbagai simulator, uji klaustrofobi, latihan ketangkasan, percobaan mabuk udara dan berbagai tes yang harus aku jalani.

Lalu tibalah saat NASA mengumumkan hasil tes. NASA memutuskan untuk memilih Christina McAufliffe. Aku kalah, impianku hancur dan aku depresi berat.

Kepercayaan diriku hilang, kebahagiaanku terganti dengan kemarahan. Dan saat itu aku selalu bertanya, mengapa Tuhan? Mengapa bukan aku? Apa yang kurang dari diriku? Mengapa Engkau begitu kejam padaku? Saat aku menatap ayah, dia bilang "Semua terjadi karena suatu alasan".

Hari itu, Selasa, 28 Januari 1986, aku berkumpul bersama teman-teman untuk melihat peluncuran Challanger. Ketika pesawat melewati menara landasan pacu, aku menantang impianku untuk terakhir kali. Tuhan, aku bersedia melakukan apa saja agar berada di dalam pesawat itu.

Dan, tujuh puluh tiga detik kemudian, Tuhan menjawab semua pertanyaanku. Pesawat Challenger meledak dan menewaskan semua astronot.
Seketika aku teringat ucapan ayahku, "semua terjadi karena suatu alasan".

Aku tidak terpilih untuk menjadi seorang astronot yang ikut dalam penerbangan itu meski aku sangat menginginkannya. Dan kini aku paham, ternyata Tuhan memiliki alasan lain. Tuhan masih ingin aku berada di bumi. Atas dasar itu, aku bisa katakan, aku tidak kalah, dan mungkin aku seorang pemenang.

Kini aku paham, Apabila Tuhan mengatakan YA, maka kita akan mendapatkan apa yang kita minta. Apabila Tuhan mengatakan TIDAK, maka kita akan mendapatkan sesuatu yang lebih baik. Dan jika Tuhan mengatakan TUNGGU, maka kita akan mendapatkan yang terbaik sesuai dengan kehendak-Nya.

Aku menang karena aku telah kalah. Aku, Frank Slazak, masih hidup untuk bersyukur pada Tuhan karena tidak semua do'aku terkabul.

Hikmah yang dapat kita ambil dari kisah ini ialah

Tetaplah bermimpi untuk bisa mencapai keinginan karena mimpi itu akan menjadi motivasi agar kita tak berhenti berusaha.

Kita semakin memahami bahwa yang wajib bagi manusia adalah berusaha, bukan wajib berhasil. Yakinlah bahwa Tuhan tidak memandang hasil, tapi lebih menghargai setiap proses.

Jangan berburuk sangka pada Tuhan. Ingat, Tuhan bukan tidak mengabulkan do'a, tapi hanya saja Tuhan tidak setuju dengan do'a itu. Satu hal yang pasti, Tuhan memang punya alasan yang tepat untuk semua yang terjadi di jagat raya ini.

Saturday, January 4, 2014

6 Asteroid Yang Sudah Dan Hampir Menabrak Bumi

Banyak sekali batuan besar yang mengambang bebas di luar sana dan beberapa asteroid besar datang cukup dekat dengan Bumi.

Misalnya pada tanggal 13 Januari 2004, beberapa ilmuwan berpikir bahwa asteroid yang memiliki lebar sekitar 100 kaki mungkin menabrak bumi dalam waktu 36 jam. Untungnya, mereka keliru, asteroid itu melintas pada jarak yang aman,dari lebih dari 7 juta mil (sekitar 32 kali jarak antara Bumi dan bulan).Ternyata, asteroid ini juga jauh lebih besar dari perkiraan, berukuran sekitar 1.600 kaki atau sekitar 4,5 kali lapangan sepak bola.

Pada bulan Februari, asteroid besar yang lain melintas begitu dekat dengan Bumi,bahkan lebih dekat dari bulan.Sedekat beberapa satelit geosynchronous.

NASA menyatakan di situsnya: "Tidak ada yang harus di khawatirkan tentang asteroid atau komet terhadap Bumi. Ancaman dari kecelakaan mobil, penyakit, bencana alam lainnya dan berbagai masalah lain jauh lebih tinggi daripada ancaman dari NEOs [objek dekat bumi].

Menurut NASA,hampir setiap 10.000 tahun asteroid yang lebih besar dari 300 meter bisa menghantam Bumi, , menyebabkan gelombang pasang dan bencana lokal.Setiap beberapa ratus ribu tahun, asteroid yang memiliki lebar sekitar setengah mil bisa menyebabkan bencana global yang besar, menyebarkan puing-puing yang sebagian dapat memblokir sinar matahari, menyebabkan hujan asam yang parah, dan badai api.

Berikut ini adalah lima asteroid yang pernah menghantam dan mendekati Bumi atau mungkin di masa depan akan mendekati Bumi.


1. 2012 DA14

2012 DA14
Ukuran : 164 kaki, 50 meter
Seberapa dekat : Di dalam orbit bulan (Nyaris)
Pendekatan : 15 Februari 2013


Asteroid bernama 2012 DA14 (asteroid dinamai dari tahun mereka pertama kali ditemukan) melintas begitu dekat dengan Bumi pada 15 Februari, asteroid itu tidak hanya di dalam orbit bulan, tetapi juga melintas di dalam orbit satelit geosynchronous. Website NASA menjelaskan jika asteroid ini menabrak bumi: "Ini bisa menghancurkan lanskap berukuran kota dan jika menabrak laut akan membentuk tsunami berbahaya."

2. Asteroid Chelyabinsk, Rusia

Chelyabinsk, Rusia
Ukuran : 55-65 meter, 17-20 meter
Seberapa dekat : Terjadi dampak
Pendekatan : 15 Februari 2013


Pada 15 Februari, sebuah asteroid yang tidak terkait dengan 2012 DA14 menembus atmosfer bumi dan pecah, pecahan-pecahannya itu menghujani Chelyabinsk, Rusia. Asteroid ini melukai lebih dari 1.000 orang dan menyebabkan kerusakan jutaan dolar.Ini memberi ilmuwan kesempatan untuk mempelajari fenomena ini, dan penelitian lain yang dikutip oleh jurnal Nature menunjukkan sebuah peristiwa yang sama mungkin diperkirakan terjadi setiap 25 tahun. 
 

3. 2004 AS1

2004 AS1
Ukuran : 1.600 meter, 500 meter
Seberapa dekat : 7,4 juta kilometer, 12 juta kilometer, meskipun diperkirakan berada di jalur langsung tabrakan dengan Bumi (Nyaris)
Pendekatan : Januari 2004


Pada 13 Januari 2004, para astronom membunyikan alarm setelah beberapa ahli memperkirakan asteroid besar mungkin menabrak bumi dalam waktu 36 jam.Di antara berbagai prediksi banyak ahli juga mengatakan bahwa asteroid ini akan melintas dengan aman dekat Bumi  tapi beberapa ilmuwan khawatir kemungkinan tabrakan akan terjadi.
Ternyata asteroid itu melintas 7,4 juta mil jauhnya dari Bumi. 

4. 2004 FH

2004 FH
Ukuran : 100 kaki, 30 meter
Seberapa dekat : 26.500 mil, atau sekitar 3,4 kali diameter Bumi (Nyaris)
Pendekatan : 18 Maret 2004


Menurut NASA, setiap dua tahun atau lebih, asteroid seukuran 2004 FH akan melintasi Bumi.Tapi ketika mereka melintas,mereka jarang terdeteksi.  


2004 MN4
Ukuran : 1.000 meter, 320 meter
Seberapa dekat : kemungkinan akan bertabrakan dengan Bumi 1:60

Pendekatan : 13 April 2029

Pada tahun 2005, Paul Chodas, Steve Chesley, dan Don Yeomans di NASA’s Near Earth Object Program office menghitung peluang 1 : 60 bahwa asteroid
2004 MN4 akan menabrak bumi pada 13 April 2029.

Chodas mengatakan asteroid ini cukup besar untuk menembus atmosfer bumi," dan bisa menimbulkan tsunami atau menghancurkan wilayah seukuran Texas.

Tanggal prediksi jatuhnya adalah hari Jumat tanggal 13 (Friday 13th.)   

6. 2014 AA

2014 AA
Ukuran : 1-5 meter
Seberapa dekat : Terjadi dampak

Pendekatan : 2 Januari 2014

Para astronom mengatakan bahwa asteroid yang sangat kecil memasuki atmosfer bumi pada tanggal 2 Januari 2014 yang kurang lebih sehari setelah penemuannya..Asteroid ini diberi label objek 2014 AA, karena itu adalah asteroid pertama yang ditemukan tahun ini.

Minor Planet Center mengumumkan bahwa asteroid itu menghantam atmosfer bumi sekitar pukul 05:00 UTC pada tanggal 2 Januari. Itu sekitar tengah malam, dini hari pada tanggal 2 Januari di Timur AS.Asteroid ini berukuran sekitar 1-5 meter diperkirakan telah terbakar di atas Samudera Atlantik, mungkin di lepas pantai Afrika Barat.
  
FollowLike Share It Get Website Traffic